Popularitas Pokemon Go berlalu dengan cepat. Sejumlah situs menyatakan, masa emas Pokemon Go sudah berakhir. Apa penyebabnya? Hitsss merangkumnya untuk kamu. Yuk simak.

Pokemon Go adalah game augmented reality lansiran Niantic di ponsel pintar yang resmi dirilis pada 6 Juli 2016 lalu. Menggunakan teknologi GPS (sistem pemosisi global), kamu dapat bermain dengan berjalan-jalan di dunia nyata dan menangkap monster virtual seperti Pikachu dan Jigglypuff di tempat dekat lokasi ponsel serta melatih mereka untuk bertanding.

Keseruan permainan ini tak pelak membuat Pokemon Go, dalam catatan situs Guinness World Records, merupakan mobile game dengan total unduhan terbanyak serta meraih pemasukan tertinggi menghasilkan USD 100 juta (Rp1,3 triliun), hanya dalam tempo 20 hari.

Via Tekno.kompas.com
Via Tekno.kompas.com

Namun masa emas itu hanya sebentar. Memasuki September 2016 lalu, penurunan terjadi. Berdasar pantauan Forbes, di Amerika Serikat, 80 persen user aktif mulai kehilangan minat.

Masih bulan yang sama, popularitas Pokemon Go di App Store dikalahkan kembali oleh game pendahulunya, Clash Royale. Pencarian di Google Trends dengan kata kunci Pokemon Go juga turun drastis. Lalu apa penyebabnya? Yuk simak ulasannya.

1. Fitur yang membosankan

Via Logo Jurnalapps
Via Logo Jurnalapps

Pada pertengahan September 2016 lalu, sejumlah situs menyatakan bahwa Pokemon Go sudah tak populer lagi. Para pemain bosan dengan fitur permainan yang itu-itu saja. Mencari monster, bertarung di gym dan menaikkan level, sangat simple dan tak ada tantangan baru. Cenderung monoton dan membosankan.

Baca halaman berikutnya: Misi khusus yang menantang…