Perusahaan rintisan (startup) menjadi lahan kerja baru yang dilirik generasi millenial. Lingkungan kantor  nyaman, kekeluargaan dan penuh inovasi adalah keunggulan startup yang banyak menarik hati orang muda bergabung di dalamnya. Sebelum terjun, pahami 5 hal di bawah ini. Apa saja? Yuk simak ulasannya.

Bekerja di startup atau perusahaan rintisan saat ini populer, trendi dan bergengsi di kalangan muda. Nama-nama perusahaan besar yang berangkat dari sebuah perusahaan rintisan seperti Google, Facebook, hingga Alibaba di China adalah segelintir startup yang sukses menjadi raksasa perusahaan dunia.

Di Indonesia sendiri, mungkin kamu telah akrab dengan Go-Jek, Traveloka, Bukalapak atau Tokopedia. Sebelum bergabung, ada baiknya kamu mengetahui keuntungan, dan risiko bekerja di sebuah startup.

Pasalnya, bekerja di startup tak selamanya penuh dengan fasilitas yang lengkap dan menyenangkan, jam kerja fleksibel hingga berpakaian santai. Namun yang utama diperlukan mental kuat serta kemampuan untuk beradaptasi dan bekerja dengan baik dalam tim.

Lebih dari itu,¬† bekerja di startup sangat menyenangkan, cerdas, dan mampu menciptakan pola pikir kreativitas. Kamu tak sekedar menjadi “sekrup kecil” di sebuah perusahaan. Kamu turut berperan mulai dari perencanaan, eksekusi hingga evaluasi.

Meski terlihat menjanjikan, kenyataannya bekerja di startup tidak selalu menghasilkan pendapatan yang besar. Banyak risiko yang harus dihadapi jika kamu memutuskan untuk bekerja di startup.

Berikut ini 5 hal yang perlu kamu pahami dan pertimbangkan saat ingin bekerja di startup. Apa saja? Yuk simak bareng-bareng.

1. Bisa bekerja secara multitasking

Via Klshkan
Via Klshkan

Sebagai pegawai startup kamu dituntut untuk bisa bekerja lebih dan memberikan kontribusi kepada perusahaan.

Pekerjaan yang dibebankan pada kamu lumayan banyak dan kamu pun diharuskan untuk bisa melakukan multitasking. Karena biasanya startup baru tidak memiliki jumlah pegawai yang banyak.

Sisi positif banyaknya skill yang akan kamu kuasai. Semua pengalaman ini tentu sangat berharga di masa depan. Keterampilan yang bakal berguna bila ingin berkarier di perusahaan lain, atau bahkan saa memulai bisnis kamu sendiri.

2. Harus kreatif dan inovatif

Via CakraRiau.com
Via CakraRiau.com

Bekerja di startup, berarti semua yang kamu kerjakan akan memberikan kontribusi langsung pada keberhasilan atau kegagalan perusahaan. Setiap orang tak hanya jadi elemen pelengkap, melainkan menjadi penentu untuk bisa menyumbangkan inovasi, dan mengembangkan ide-ide segar.

Kamu akan terlibat secara langsung mulai dari perencanaan, eksekusi, hingga evaluasi. untuk itu dituntut daya kreatif dan inovasi tinggi.

kamu dituntut belajar mengembangkan ide, menetapkan goal, menyusun hingga melaksanakan strategi, menjalankan operasi bisnis, menghadapi sekaligus mengevaluasi  dan tentunya koneksi yang luas dalam dunia digital jika kamu berniat merintis bisnis.

Baca halaman selanjutnya: Manfaatkan pengalaman serta wawasan pekerja senior…