Data For Life 2016 mengupas habis tentang pengaruh big data, tak hanya tentang pemanfaatan pada bisnis, tapi juga pengaruhnya terhadap kehidupan.

Setelah sukses dengan Big Data Week 2015, perusahaan teknologi berbasis big data di Indonesia, Mediatrac, kembali menggelar festival big data akbar, Data For Life 2016. Festival yang diadakan selama lima hari ini, dimulai dengan ajang hackathon selama dua hari pada 27-28 Agustus 2016, yang mana hasil karya pemenangnya dipamerkan dalam konferensi Data For Life 2016, yang dibuka pada Selasa (30/8/2016) lalu.

Konferensi Data For Life 2016 ini banyak dihadiri oleh pembicara kelas dunia. Mereka berbagi wawasan serta pengalaman mereka akan penggunaan big data. Terutama pengaruh big data terhadap kehidupan manusia, baik secara ekonomi, sosial, dan budaya.

Para pembicara mengangkat isu-isu penting, mulai dari keamanan sampai pengembangan data untuk menyelesaikan suatu masalah. “Festival ini kami adakan untuk membangun sebuah ekosistem kolaborasi, yang dapat membantu terbangunnya masa depan yang lebih baik. Kami mengajak berbagai pihak untuk berbagi dan menggali wawasan dengan para pemikir terbaik di seluruh dunia, dan membuktikan bahwa bangsa kita berinovasi dan bersaing dalam bidang teknologi yang masih baru ini,” kata Regi Wahyu, CEO Mediatrac.

Baca halaman selanjutnya: Big Data bisa menyelesaikan masalah…