Investasi senilai 13 juta dolar AS atau sekitar Rp 171 miliar baru saja didapatkan Halodoc, yang akan digunakan untuk pengembangan produk.

Dengan semakin banyak bermunculannya startup kesehatan di Indonesia, menuntut startup-startup kesehatan ini terus berinovasi. Itu pula yang akan dilakukan Halodoc, setelah mendapat aliran investasi, untuk pengembangkan bisnis mereka.

Setelah meraih dukungan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kali ini startup kesehatan yang baru berdiri pada April 2016 ini, baru saja mengumumkan investasi seri-A yang diraih dari beberapa investor, senilai 13 juta dolar AS atau sekitar Rp 171 miliar.

Investor yang menyuntikkan dana itu, terdiri dari Clermont Group Venture Capital. Go-Jek sebagai startup unicorn pun juga menginvestasikan dana mereka di startup ini, dengan tujuan untuk mengenalkan produk baru mereka, Go-Med.

Tak ketinggalan, situs ecommerce Blibli.com dan NSI Ventures juga turut berinvestasi untuk Halodoc. Jaringan Halodoc sendiri yang terbentuk saat ini telah mencapai 18.600 dokter berlisensi, serta 1000 apotik bersertifikasi dan laboratorium yang sudah berlisensi.

Halodoc juga bisa diakses melalui aplikasi, yang menghubungkan dokter dan pasiennya dengan chat, video atau telepon. Dana investasi tersebut rencananya akan digunakan untuk meningkatkan teknologi dan sumber daya, agar lebih mudah diakses.

Dengan suntikan dana ini, Halodoc ingin mengembangkan bisnis mereka, sekaligus ekosistem yang sudah dibentuk. Halodoc juga telah bekerja sama dengan ApotikAntar untuk Go-Med, yang difasilitasi oleh Go-Jek.

CEO dan Founder Halodoc, Jonathan Sudharta, sendiri memiliki visi startup kesehatan yang dibangunnya untuk bisa meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang tidak mengakses rumah sakit atau dokter, karena alasan lokasi maupun biaya. (AP/DI)