Festival Iklan Bukalapak 2016 baru saja selesai digelar, dan akhirnya menemukan tiga pemenang dengan karya video bertema pahlawan. Karya-karya videonya terbilang menghibur, sekaligus penuh pesan-pesan mendidik. Penasaran?

Melalui digelarnya Festival Iklan Bukalapak 2016, diharapkan muncul bibit baru anak muda kreatif yang berkecimpung di dunia periklanan. Achmad Zaky, selaku CEO dan Founder Bukalapak, meyakini akan kreativitas anak muda, terutama dalam membuat video promosi Bukalapak.

“Kami yakin kreativitas para insan kreatif Indonesia sangat luar biasa. Itu terbukti dari karya-karya yang masuk ke meja panitia, dan kami memilih 10 karya terbaik dari festival ini,” tukas Zaky, seraya menambahkan bahwa festival itu ditayangkan di televisi nasional secara serempak pada 10-11 november 2016, sekaligus memperingati Hari Pahlawan.

Dengan jumlah karya mencapai ribuan saat registrasi, tidak hanya Zaky dan tim Bukalapak yang turun untuk menilai, melainkan ada juga pakar yang kompeten dalam membuat video iklan, turut menjadi juri, yaitu sutradara Dimas Djayadiningrat. “Komposisi penilaian dari iklan terdiri dari segi cerita dan idenya. Kalau keduanya sudah bersinergi, hal lainnya seperti kreativitas, teknik penyutradaraan dan kesesuaian dengan tema utama akan terlihat. Dan pastinya kualitas iklan yang dibuat akan kelihatan dan para pemenang ini memilki kualitas sangat baik,” kata Dimas.

Inilah Para Juara Festival Iklan Bukalapak 2016

Para juara dari Festival Iklan Bukalapak 2016 ini harus melewati beberapa fase penjurian dan juga memenuhi beberapa syarat. Termasuk ketentuan di mana durasi video iklannya sendiri hanya 30 detik. Lalu siapa saja yang jadi pemenangnya?

Juara Pertama: Pahlawan Sejati 

Video ini terbilang unik sekaligus bisa memperlihatkan kepahlawanan. Meskipun kesan pahlawan ini terlihat tersembunyi, namun karya Rangga Kusmalendra ini menunjukkan ada rasa bangga dari diri sendiri, karena membantu orang yang dicintai bisa mewujudkan mimpinya. Bisa dibilang cara tersebut merupakan cara kepahlawanan yang simpel, namun bisa ditemui sehari-hari.

Juara Kedua: Doa Sendja

Tema yang diangkat sederhana, yakni menggambarkan ada dua veteran perang kemerdekaan melihat kawannya sudah tiada. Untuk menghibur kawannya, ia membelikan sebuah game perang. Lucu dan sederhana tema yang diangkat, sehingga pesan yang dibawa oleh sutradara berhasil dieksekusi, dan video ini pun berhasil menarik perhatian penonton.

Juara Ketiga: Pahlawan Keluarga

Video iklan yang dibuat Gadis Delilah ini juga mengangkat hal yang jamak dan mudah ditemui pada kehidupan sehari-hari. Namun eksekusi idenya begitu mengena, sehingga oleh juri diganjar untuk layak menjadi juara ketiga.

Juara Favorit: Pahlawan Tak Dianggap

Video ini mengangkat tema, yang mungkin banyak orang juga alami, yaitu ketika ingin menjadi pahlawan, namun tidak dianggap oleh orang sekitar. Hal tersebut diangkat oleh Bernardus Raka dengan penuh jenaka, namun berisi pesan mendalam untuk menjadi pahlawan bagi para pelapak.

Dengan terpilihnya pemenang Festival Iklan Bukalapak 2016 ini, terbuka kesempatan anak muda Indonesia yang berbakat dalam dunia iklan untuk lebih berkarya produktif dan berprestasi lagi. “Saya melihat kalau iklan dengan model festival seperti ini, selain lebih hemat dalam belanja promosi, juga buka kesempatan yang lain untuk unjuk gigi dalam membuat iklan 30 detik. Apalagi, tantangan durasinya yang begitu pendek ini bisa diaplikasikan di media sosial seperti Instagram nantinya,” tukas Zaky. (AP/DI)