Sosok muda yang satu ini telah banyak meraih prestasi bergengsi. Salah satunya, “Asian The Year” 2016. Inilah visi hidup perjalanan sukses Nadiem Makarim, Founder & CEO PT Go–Jek. Yuk simak ulasannya.

Banyak orang mengira mendirikan sebuah startup atau perusahaan rintisan adalah upaya untuk menjadi kaya.

Hal itu bisa dimaklumi karena banyak media hanya menyajikan cerita mengenai startup yang berhasil, mulai dari berita soal kesuksesan meraih pendanaan investasi, nilai akuisisi yang selangit, hingga proses penawaran saham perdana (IPO).

Namun kamu perlu tahu, kesuksesan sebuah startup jarang sekali dimulai dari sekedar mimpi menjadi kaya. Sebaliknya, kebanyakan startup yang sukses justru dimulai dari keinginan pendirinya untuk terjun memecahkan persoalan yang dihadapi masyarakat luas.

Terkadang kesuksesan itu dimulai dari keinginan sederhana, seperti untuk mengatasi masalah sosial yang sering kita temui sehari-hari.

Via Malesbanget.com
Via Malesbanget.com

Contohnya Go-Jek yang dibuat sebagai solusi untuk memudahkan mobilitas masyarakat perkotaan di tengah tingginya arus kemacetan atau ketidakyamanan transportasi publik.

“Banyak orang hanya bisa mengeluh tentang kemacetan atau ketidakyamanan transportasi publik di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Kami berbeda. Go-Jek sebagai karya anak bangsa, muncul dengan solusi untuk memecahkan problem tersebut. Go-Jek bisa membawa manfaat atau setidaknya memudahkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Nadiem Makarim, Founder & CEO PT Go-Jek Indonesia.

Melalui Go-Jek yang didirikan pada 2011, Nadiem Makarim sanggup mengubah cara pandang masyarakat terhadap ojek. Kini, transportasi sepeda motor itu telah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian orang untuk mobilisasi dan bepergian sehari-hari.

Baca halaman berikutnya: makna penghargaan Asian the Year 2016…