Kehadiran Startup Weekend Jakarta untuk ketiga kalinya, berikan kesempatan untuk anak muda berkarya di dunia startup digital. Selama tiga hari, mereka diberikan aneka materi pendukung nan bermanfaat. Seperti apa keseruannya?

Anak muda saat ini bisa dibilang mulai bersinonim dengan startup digital. Mereka digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi bangsa, sebab sekitar 26 persen dari total penduduk Indonesia saat ini, berada di kelompok usia produktif. Dan pada rentang usia 20-34 tahun, mereka tidak asing lagi dengan teknologi digital.

Oleh karena itu, kelompok ini sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi wirausahawan, dengan memanfaatkan ekonomi digital. Untuk mengakomodasi tujuan tersebut, maka diadakanlah acara Startup Weekend Jakarta, yang memasuki tahun ketiga, semenjak digelar pertama kali pada tahun 2013.

Digelar pada 2-4 September 2016 lalu di coworking space Conclave, Jakarta Selatan, peserta didorong untuk bisa membangun startup, dalam kurun waktu 54 jam saja. Sangat cepat, bukan? Memang di situlah tantangannya.

Startup Weekend Jakarta ini menyatukan anak-anak muda yang memiliki bakat dan bekerja di bidang apapun, baik desainer, pengembang, pengusaha, dan para ahli dari bidang lainnya. Mereka semua berkumpul dan berkolaborasi, untuk mengembangkan sebuah ide menjadi startup yang memecahkan solusi.

Dok. Adiyasa Prahenda/ hitsss.com
Dok. Adiyasa Prahenda / Hitsss.com

Bangun startup hanya tiga hari

Dalam membangun startup, biasanya dibutuhkan sejumlah kesiapan. Dari mental, fisik, sampai modal harus siap. Namun berbeda dengan para peserta yang mengikuti Startup Weekend Jakarta 2016, mereka benar-benar membangun startup dengan cepat.

“Kami ingin menciptakan fondasi kuat untuk ekosistem startup di Indonesia, dan membantu para generasi muda untuk menjadi seorang pengusaha terutama di bidang teknologi. Caranya, yaitu mempertemukan mereka dengan para mentor berpengalaman, agar mereka memiliki paradigma bahwa membangun bisnis yang berhasil, tidak hanya bermodal uang atau hanya mengharapkan kucuran dana dari investor,” kata Yansen Kamto, CEO Kibar, dan mitra lokal penyelenggara Startup Weekend Jakarta.

Karena itu, para peserta yang hadir bukan hanya memikirkan idenya, melainkan juga sudah memiliki hasil berupa startup tersebut. Untuk itu, pada hari pertama, mereka semua dibimbing baik teknis maupun non-teknis. Sehingga, bisa mengajukan ide yang mereka miliki, lalu membentuk tim yang terdiri dari empat sampai enam anggota.

Hari kedua, mereka mendapatkan pembekalan dari mentor sekaligus belajar materi coding, designing, penciptaan prototipe dasar dan market validation. Dan hari terakhir, mereka mendapatkan sesi bimbungan dari mentor berpengalaman.

Baca halaman selanjutnya: Yang keluar sebagai pemenang adalah…

Dok. Adiyasa Prahenda/ hitsss.com
Dok. Adiyasa Prahenda / Hitsss.com

Siapa yang menjadi pemenang?

Dari sepuluh tim yang mengikuti Startup Weekend Jakarta ini, mereka berikan ide unik mereka. Seperti Echoducation, yang membuat aplikasi pendidikan terutama anak dan orang tuanya. Lalu, ada juga Health Data, dengan sistem perkembangan anak dan ibu, mulai dari imunisasi, gizi dan masih banyak lagi.

Ada juga startup yang berfokus di lukisan dan jual-belinya, yang menjadikan mereka ecommerce khusus benda seni. Tak ketinggalan, ada pula aplikasi unik untuk berkurban.

Namun di antara berbagai peserta itu, yang keluar menjadi pemenang ternyata adalah inovasi bernama Happy Testing. Startup yang satu ini mengangkat permasalahan soal tes makanan. Dengan adanya aplikasi Happy Testing ini, semua orang yang terlibat dalam pengetesan atau uji coba, bisa memasukkan penilaian mereka langsung, dengan hasil yang bisa dilihat langsung. (AP/DI)