Sistem peminjaman dana semakin berkembang. Seperti KoinWorks, yang memperkenalkan peminjaman dana digital, sekaligus punya misi sosial di berbagai bidang, seperti pendidikan dan kesehatan.

KoinWorks, platform fintech (financial technology) dengan konsep peer-to-peer lending dan crowdfunding, mengangkat sistem mempertemukan pendana dengan peminjam secara daring. Dengan begini, membuat sistem lebih efektif dan efisien dibandingkan sistem tradisional, apalagi bagi UMKM yang kesulitan mengakses pinjaman dana.

“Survei Bank Indonesia mengungkap bahwa kebanyakan modal usaha atau pinjaman UMKM, berasal dari modal pribadi atau kerabat karena kendala mengakses dana perbankan. Sangat disayangkan jika para pelaku UMKM yang masih muda, tidak dapat mewujudkan mimpi-mimpinya, hanya karena kendala mengakses dana untuk modal ataupun pengembangan usaha,” ata Benedicto Haryono, Co-Founder KoinWorks, dalam keterangan pers yang diterima Hitsss.

Karena masalah tersebut, KoinWorks ingin berikan jalan tengah bagi pelaku UMKM yang kesulitan mendapatkan modal. “KoinWorks ingin hadir sebagai solusi pendanaan alternatif untuk mendapatkan modal usaha, dengan biaya yang lebih rendah dan proses lebih sederhana dengan mempertemukan pendana dan peminjam secara online,” ujar Ben.

Benedicto Haryono, Co-Founder KoinWorks bersama Hendrikus Passagi MSc dari OJK di area pameran Fintech Fest 2016 (Dok. KoinWorks)
Benedicto Haryono, Co-Founder KoinWorks bersama Hendrikus Passagi MSc dari OJK di area pameran Fintech Fest 2016 (Dok. KoinWorks)

Gotong-royong dan misi sosial ala KoinWorks

Kehadiran fintech seperti KoinWorks, berikan angin segar bagi pelaku UMKM yang ingin berkembang lebih besar. Bahkan, nilai semangat gotong-royong pun ditanamkan pada KoinWorks.

“Semangat gotong royong terefleksi dalam konsep P2P lending dan crowdfunding, KoinWorks sebagai penyedia layanan, pendana, peminjam saling membantu. Bahkan pendana tidak perlu khawatir karena semua peminjam sudah melewati pengukuran tingkat risiko sebelum akhirnya dianggap ‘lulus’ sebagai peminjam. Kami pun juga bekerja sama dengan Allianz untuk meminimalisir segala resiko yang akan terjadi jika suatu saat terjadi gagal bayar,” jelas Ben.

Selain itu, mereka juga coba mengembangkan misi sosial, di sektor pendidikan dan kesehatan di Indonesia, melalui program Koin Pintar dan Koin Sehat. Melalui KoinPintar, mereka akan bekerjasama dengan Hackactiv8, yang mana mereka akan mendanai startup yang tergabung dengan 1000 Startup Digital.

Sedangkan untuk KoinSehat, mereka menyediakan pinjaman dana untuk kesehatan dengan dana murah dan bekerjasama dengan Klinik Mata Nusantara untuk pendanaan operasi mata. (AP/DI)